TEMPOnamo.com, Parigi Moutong – Kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan perbukitan Gunung Ue Marongi yang berada di perbatasan Desa Toboli dan Desa Avolua, Kabupaten Parigi Moutong, pada Jumat malam, 6 Maret 2026.
Titik api pertama kali terpantau sekitar pukul 21.30 WITA di kawasan hutan dengan ketinggian sekitar 500 hingga 600 meter di atas permukaan laut. Api diduga berasal dari wilayah hutan Desa Toboli dan kemudian merambat ke kawasan hutan di wilayah Desa Avolua.
Warga dari kedua desa bersama petugas berupaya melakukan pemadaman secara manual. Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Parigi Moutong juga mengerahkan dua unit kendaraan pemadam kebakaran ke lokasi.
Namun upaya pemadaman mengalami kendala karena medan yang terjal serta keterbatasan sumber air, sehingga api sulit dijangkau.
Sekitar pukul 23.00 WITA, warga yang sebelumnya berupaya memadamkan api terpaksa turun dari lokasi karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan pemadaman.
Petugas gabungan juga menghadapi kondisi serupa. Pada pukul 23.30 WITA, personel pemadam kebakaran bersama anggota Polsubsektor Parigi Utara meninggalkan titik api karena kobaran api tidak dapat dijangkau dengan peralatan yang tersedia. Petugas kemudian bersiaga di tepi Jalan Trans Desa Avolua untuk memantau perkembangan situasi.
Memasuki Sabtu dini hari, 7 Maret 2026 sekitar pukul 03.30 WITA, api dilaporkan masih menyala dan terus menjalar ke area hutan lainnya.
Kepala Seksi Humas Polres Parigi Moutong, IPTU Arbit, mengatakan pihak kepolisian terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.
“Kami terus melakukan pemantauan di lokasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah penanganan lanjutan. Medan yang cukup berat serta keterbatasan sumber air menjadi kendala dalam proses pemadaman,” kata Arbit.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
Menurut dia, kebakaran hutan dapat menimbulkan dampak lingkungan serta mengancam keselamatan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
Saat ini aparat bersama instansi terkait masih memantau perkembangan api di kawasan Gunung Ue Marongi guna mengantisipasi meluasnya kebakaran hingga ke wilayah permukiman warga.








