Temponamo.com– Kontingen Kabupaten Tolitoli turut ambil bagian dalam Pembukaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang berlangsung di halaman GOR Limboto, Kabupaten Gorontalo, Sabtu, 20 Juni 2026. Ajang nasional yang digelar pada 20–25 Juni itu mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Hilirisasi Guna Mewujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045.”
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan petani, nelayan, penyuluh, dan pelaku utama sektor pertanian dari 32 provinsi di Indonesia. Kabupaten Tolitoli mengirimkan kontingen yang dipimpin Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tolitoli, Taufik, SE, bersama rombongan.
Pembukaan PENAS XVII dilakukan secara resmi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia. Acara juga dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, anggota DPR RI, para gubernur atau perwakilannya, serta bupati dan wali kota dari berbagai daerah.
Dalam pelaksanaan PENAS XVII, Provinsi Sulawesi Utara menjadi kontingen terbesar dengan jumlah 1.300 peserta dan penyuluh. Posisi kedua ditempati Provinsi Sulawesi Tengah yang mengirimkan 901 peserta dan penyuluh, sementara Provinsi Kalimantan Timur berada di urutan ketiga dengan 600 peserta.
Ketua KTNA Tolitoli, Taufik, mengatakan keikutsertaan kontingen Tolitoli menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan petani dan nelayan terhadap perkembangan teknologi pertanian, inovasi budidaya, hingga pengembangan hilirisasi hasil pertanian.
Menurutnya, PENAS bukan sekadar ajang silaturahmi antarpetani dan nelayan dari seluruh Indonesia, tetapi juga menjadi ruang bertukar pengalaman dan memperkuat jejaring dalam mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian.
Selama enam hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai agenda, mulai dari temu usaha agribisnis, gelar teknologi, pameran inovasi pertanian, hingga diskusi mengenai penguatan ketahanan pangan nasional.
Melalui tema yang diusung tahun ini, pemerintah menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi modern dan pengembangan hilirisasi sektor pertanian sebagai strategi untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus mendukung target Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada 2045.
Peliput: fajrin








