TOLITOLI – Kepedulian terhadap korban kebakaran di Jalan Tadulako II, Kelurahan Panasakan, Kecamatan Baolan, terus mengalir. Pemilik Dapur SPPG 05 Baolan, Caroline Besar Bantilan, memberikan bantuan berupa seragam sekolah kepada anak-anak yang menjadi korban kebakaran, Sabtu (1/8/2026).
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk empati kepada para siswa yang kehilangan perlengkapan sekolah setelah kebakaran menghanguskan dua unit rumah dan menyebabkan tiga rumah lainnya terdampak.
Akibat musibah itu, sejumlah anak yang masih duduk di bangku SD dan SMP kehilangan pakaian seragam beserta perlengkapan sekolah mereka karena ikut terbakar.
Sebelumnya, Wakil Bupati Tolitoli Mohammad Besar Bantilan juga telah menyerahkan bantuan logistik kepada para korban yang disalurkan melalui Dinas Sosial Kabupaten Tolitoli sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam membantu warga terdampak musibah.
Melanjutkan kepedulian tersebut, Caroline Besar Bantilan menyerahkan langsung bantuan seragam sekolah kepada para siswa terdampak. Penyerahan bantuan turut disaksikan Lurah Panasakan, aparat RW, RT setempat, serta warga sekitar.
Dalam kesempatan itu, Caroline menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang dialami para korban.
“Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga, khususnya anak-anak agar tetap semangat kembali bersekolah. Kami turut prihatin atas musibah ini dan mengajak seluruh keluarga untuk tetap sabar menghadapi ujian ini,” ujarnya.
Warga menyambut baik kepedulian tersebut. Bantuan seragam sekolah dinilai sangat berarti karena membantu anak-anak korban kebakaran agar dapat kembali mengikuti proses belajar tanpa harus memikirkan perlengkapan sekolah yang hilang.
Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran yang terjadi pada Jumat (31/7) sore di Jalan Tadulako II menghanguskan dua unit rumah dan menyebabkan tiga rumah lainnya terdampak. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan cukup besar, sementara para korban kini masih berupaya memulihkan kondisi dan menata kembali kehidupan mereka pascakebakaran.





