TEMPOnamo.com, TOLITOLI – Koalisi Wartawan Tolitoli (KAWAT) memeriahkan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dengan menggelar lomba pok pok (joker) yang berlangsung meriah di Sekretariat KAWAT, Komplek Tamkot GMB, Kabupaten Tolitoli, pada 7–8 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian perayaan HPN 2026 di Tolitoli yang mengundang antusiasme masyarakat.
Sebanyak 32 meja disiapkan panitia, dengan empat orang peserta di setiap meja. Total 128 peserta ambil bagian dalam kompetisi hiburan yang sarat strategi tersebut. Menariknya, dari jumlah tersebut terdapat delapan peserta perempuan yang turut meramaikan lomba pok pok KAWAT tahun ini.
Suasana sekretariat KAWAT tampak semarak sejak malam hari. Sorak-sorai peserta dan penonton mengiringi setiap babak pertandingan. Lomba yang digelar dengan konsep santai namun kompetitif ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus hiburan bagi wartawan dan masyarakat yang hadir dalam peringatan HPN 2026 di Tolitoli.
Salah seorang panitia pelaksana, Fajrin, menjelaskan bahwa lomba sengaja digelar selama dua hari untuk memberi ruang partisipasi yang lebih luas.
“Pelaksanaan lomba berlangsung selama dua hari, tanggal 7 dan 8 Februari, dan dilaksanakan pada malam hari saja agar tidak mengganggu aktivitas peserta di siang hari,” ujar Fajrin.
Menurut panitia, pemilihan lomba pok pok (joker) sebagai salah satu agenda HPN bukan tanpa alasan. Permainan ini dinilai dekat dengan keseharian masyarakat dan mampu mencairkan suasana. Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga memperkuat kebersamaan antarwartawan serta membangun kedekatan dengan masyarakat di Kabupaten Tolitoli.
Ketua panitia KAWAT menambahkan, rangkaian kegiatan HPN 2026 di Tolitoli tidak hanya berfokus pada lomba hiburan, tetapi juga mengedepankan nilai kebersamaan dan semangat pers yang humanis. Melalui kegiatan seperti ini, KAWAT ingin menunjukkan bahwa insan pers hadir bukan hanya dalam kerja-kerja jurnalistik, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Perayaan Hari Pers Nasional 2026 oleh KAWAT Tolitoli diharapkan menjadi momentum memperkuat solidaritas wartawan, mempererat hubungan dengan publik, serta menghadirkan wajah pers yang lebih dekat, ramah, dan membumi di tengah masyarakat.








