TOLITOLI – Insiden kekerasan terjadi di lingkungan RSU Mokopido, Kabupaten Tolitoli, yang melibatkan seorang koordinator parkir berinisial Dony terhadap anggotanya sendiri. Peristiwa ini memicu sorotan publik dan mempertanyakan sikap manajemen rumah sakit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat Dony yang bertugas sebagai koordinator parkir melakukan tindakan agresif terhadap salah satu anggotanya. Tanpa alasan yang jelas, Dony diduga dengan sengaja melayangkan pukulan ke bagian wajah korban.
Tak berhenti di situ, aksi kekerasan berlanjut. Dony juga disebut memukul korban menggunakan selang. Korban yang diketahui bernama Fikran mengalami perlakuan kasar di area yang seharusnya menjadi lingkungan pelayanan publik yang aman dan humanis.
Peristiwa ini sontak menuai kecaman. Pasalnya, tindakan tersebut dinilai tidak mencerminkan etika kerja, apalagi terjadi di kawasan rumah sakit yang identik dengan nilai kemanusiaan.
“Ini sangat disayangkan. Lingkungan rumah sakit harusnya steril dari tindakan kekerasan. Apalagi ini terjadi antarpegawai,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Publik kini mempertanyakan sikap manajemen RSU Mokopido. Apakah tindakan kekerasan tersebut akan ditindak tegas, atau justru dibiarkan begitu saja?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen rumah sakit terkait insiden tersebut. Namun, desakan agar dilakukan investigasi dan penindakan tegas terus menguat.
Kasus ini menjadi peringatan serius bahwa pengawasan internal di lingkungan pelayanan publik harus diperketat, guna mencegah tindakan serupa terulang kembali.





