TEMPOnamo.com,–Seorang lansia bernama Sarinah (70) yang dilaporkan hilang di area perkebunan Desa Walatana, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat pada Jumat (27/2/2026) pagi. Operasi pencarian dan pertolongan yang dipimpin Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu berlangsung sejak pagi hari sebelum korban berhasil dievakuasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu Muh. Rizal, S.H., mengatakan operasi SAR hari kedua (H.2) dimulai pukul 07.00 WITA dengan briefing kekuatan personel, pengecekan kesiapan alat utama (alut), serta pembagian tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP) Basarnas.
“Tim SAR gabungan melaksanakan pencarian sesuai rencana operasi (Renops) dengan tetap mengutamakan keselamatan personel,” ujar Rizal dalam keterangan resminya.
Pada pukul 08.15 WITA, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi selamat di koordinat 1°13’54.12″S – 119°53’8.02″E atau sekitar 6 kilometer dari lokasi kejadian awal. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi menuju Desa Walatana.
Sekitar pukul 09.10 WITA, tim bersama korban tiba di desa dan selanjutnya Sarinah dibawa ke puskesmas terdekat untuk pemeriksaan kesehatan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Operasi ini melibatkan Tim Rescue KPP Palu, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Adapun peralatan yang digunakan antara lain truk personel, motor trail, drone thermal, peralatan komunikasi, peralatan medis, serta peralatan evakuasi.
Peristiwa hilangnya lansia di perkebunan ini sempat menimbulkan kekhawatiran warga sekitar. Namun respons cepat tim SAR gabungan memastikan korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Pihak Basarnas Palu mengimbau masyarakat agar selalu memberi informasi kepada keluarga atau aparat desa sebelum beraktivitas di kebun atau hutan, terutama bagi warga lanjut usia, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.








