TEMPOnamo.com, PALU — Kebijakan Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si menggelar retret spiritual bagi pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menuai apresiasi luas dari tokoh agama dan kalangan akademisi. Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Raya Baitul Khairaat Palu itu dinilai strategis dalam memperkuat iman, takwa, dan integritas birokrasi.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulteng sekaligus Ketua MUI Kota Palu, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag, menilai retret spiritual tersebut sebagai langkah tepat untuk mengingatkan pejabat bahwa jabatan adalah amanah moral dan spiritual, bukan sekadar administratif.
“Retret ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran bahwa amanah jabatan tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada atasan, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Prof. Zainal Abidin kepada TEMPOnamo.com, Senin (2/2/2026), melalui pesan WhatsApp.
Guru Besar UIN Datokarama Palu itu menambahkan, rumah ibadah seperti masjid maupun gereja merupakan ruang suci yang ideal untuk perenungan dan pembinaan batin, agar para pemimpin daerah terhindar dari godaan duniawi yang berpotensi menjerumuskan pada praktik penyimpangan kekuasaan.
Retret Spiritual Jadi “Booster Integritas” Program Sulteng Nambaso
Apresiasi serupa disampaikan Guru Besar Kebijakan Publik Universitas Tadulako (Untad) Palu, Prof. Dr. Slamet Riadi Cante, M.Si. Menurutnya, retret spiritual merupakan bagian penting dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tubuh Pemprov Sulteng.
“Retret ini menjadi ruang jeda untuk refleksi di tengah padatnya rutinitas pemerintahan. Penguatan iman pimpinan daerah sangat berpengaruh pada kualitas pelayanan publik,” kata Prof. Slamet Riadi Cante kepada TEMPOnamo.com, Senin (2/2/2026).
Ia menegaskan, keberhasilan 9 Program BERANI menuju visi Sulteng Nambaso sangat ditentukan oleh integritas dan keteladanan pimpinan OPD. Oleh karena itu, kegiatan serupa idealnya dilaksanakan secara berkala.
“Idealnya dilakukan setiap enam bulan, tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga hingga pemerintah kabupaten dan kota,” tambahnya.
Lintas Agama, Pejabat Muslim dan Nasrani Ikut Retret
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah H. Anwar Hafid menegaskan bahwa kegiatan retret ini bersifat inklusif dan lintas agama. Tidak hanya pejabat beragama Islam, namun juga pejabat Eselon II beragama Nasrani turut ambil bagian sesuai keyakinan masing-masing.
“Retret ini diikuti oleh pejabat Eselon II, baik yang beragama Muslim maupun Nasrani,” ujar Anwar Hafid kepada TEMPOnamo.com, Minggu (1/2/2026), melalui pesan WhatsApp.
Ia berharap, pendekatan spiritual tersebut dapat membentuk birokrasi yang bersih, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi di Sulawesi Tengah.***









