TOLITOLI , TEMPOnamo.com, – Sebanyak 57 Tenaga Kesehatan dan Tenaga Administrasi di RSUD Malala Kabupaten Tolitoli mengeluhkan keterlambatan pembayaran insentif. Hingga saat ini insentif selama 6 bulan sejak Januari sampai Juli 2026 belum juga cair.
Para nakes dan tenaga administrasi mengaku insentif yang belum dibayar merupakan hak mereka atas kinerja pelayanan di rumah sakit milik Pemda tersebut.
Salah satu tenaga kesehatan yang enggan disebut namanya mengatakan, keterlambatan ini sudah berlangsung sejak 6 bulan.
“Kami sudah 6 bulan belum terima insentif. Padahal ini hak kami. Kerja tetap jalan 24 jam, piket malam juga tetap. Kami berharap Pemerintah Daerah (Pemda ) Tolitoli untuk segera mencairkan,” ujarnya kepada wartawan,
Dari data yang dihimpun, 57 orang tersebut terdiri dari perawat, bidan, tenaga lab, farmasi, hingga staf administrasi. anggaran insentif yang belum dibayarkan setiap bulannya Rp 650 ribu sampai 750 ribu setiap orang.
Direktur RSUD Malala, dr. Fadly kepada media ini kamis (23/7) 2026, membenarkan adanya keterlambatan pembayaran. Ia menyebut penyebabnya sehinggah belum di bayarkan karena persolan regulasi yang belum ada, namun tahun 2025 semua tenaga Kesehatan dan Administrasi insentifnya di bayarkan selama setahun.
“Benar, insentif 57 nakes dan tenaga administrasi belum dibayar. Kami sudah koordinasi dengan Dinkes dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) alasannya sehinggah belum di bayarkan karena belum ada regulasi yang mengatur, sehinggah BPKAD belum bayarkan,” jelas dr. Fadly.
Keterlambatan insentif ini kata Fadly dikhawatirkan berdampak pada semangat kerja dan mogok kerja para tenaga kesehatan dan administrasi, sehinggah sangat berpengaruh terhadap pelayanan di rumah sakit.
Pewarta: Fajrin





