Temponamo.com, – Pemerintah Desa Teluk Jaya menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi ancaman stunting dengan menggelar Rembuk Stunting di Kantor Desa Teluk Jaya, Kamis (11/6/2026). Forum tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh unsur desa dalam merancang program pencegahan stunting yang akan diakomodasi dalam Anggaran Desa Tahun 2027.
Kepala Desa Teluk Jaya, Nuraiman Bangko, S.Kom, menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan yang harus ditangani secara bersama-sama karena berdampak langsung terhadap kualitas generasi penerus bangsa.
“Anak-anak hari ini adalah masa depan desa. Karena itu, pencegahan stunting harus menjadi perhatian bersama dan masuk dalam prioritas pembangunan desa ke depan,” kata Nuraiman dalam sambutannya.
Rembuk stunting tersebut menghadirkan berbagai pihak yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat. Hadir perwakilan Kecamatan Tolitoli Utara, tenaga kesehatan dari Puskesmas Laulalang, pendamping desa, pendamping lokal desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Bidan Desa, kader Posyandu, aparat desa, Bankamdes, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga tokoh perempuan.
Dalam diskusi yang berlangsung terbuka, peserta membahas sejumlah faktor yang berpotensi memicu stunting, mulai dari pemenuhan gizi ibu hamil dan balita, kualitas sanitasi lingkungan, hingga pentingnya edukasi keluarga mengenai pola hidup sehat.
Perwakilan Puskesmas Laulalang menekankan bahwa keberhasilan menurunkan angka stunting tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan keluarga dan memenuhi kebutuhan gizi anak sejak usia dini.
Hasil rembuk menghasilkan sejumlah usulan prioritas yang akan menjadi bagian dari perencanaan pembangunan desa Tahun Anggaran 2027. Pemerintah Desa Teluk Jaya berharap program-program yang disusun dapat menjadi langkah konkret dalam menciptakan generasi yang lebih sehat, kuat, dan berdaya saing.
Melalui kolaborasi lintas sektor yang terbangun dalam rembuk tersebut, Desa Teluk Jaya optimistis upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, sejalan dengan target pemerintah dalam menurunkan prevalensi stunting di Indonesia.
Pewarta: fajrin





