TEMPOnamo.com, Dondo – Pemerintah Desa Anggasan, Kecamatan Dondo, menyebut desa yang pada 2015 masih berstatus desa tertinggal kini telah bertransformasi menjadi desa maju. Perubahan tersebut merupakan hasil pembangunan yang dilakukan secara bertahap selama hampir satu dekade.
Meski demikian, pemerintah desa mengakui pembangunan infrastruktur belum sepenuhnya tuntas. Hingga saat ini, masih terdapat sekitar 1,5 kilometer ruas jalan yang belum diaspal dan menjadi pekerjaan rumah yang diharapkan dapat segera diselesaikan.
Pemerintah desa menilai belum rampungnya pembangunan jalan tidak terlepas dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang berdampak pada keterbatasan pembiayaan pembangunan daerah.
“Kami memahami kondisi efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Karena itu, pembangunan jalan belum bisa dituntaskan seluruhnya. Kami berharap ketika anggaran kembali normal, pembangunan jalan antar desa dapat menjadi prioritas,” demikian keterangan Pemerintah Desa Anggasan.
Pemerintah desa optimistis dukungan pemerintah dan semangat gotong royong masyarakat akan terus menjadi modal utama dalam melanjutkan pembangunan, sehingga akses transportasi, aktivitas ekonomi, dan pelayanan kepada warga semakin baik.
Mengakhiri keterangannya, Pemerintah Desa Anggasan mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam membangun desa.
“Salam gotong royong. Desa Anggasan, Kecamatan Dondo. Maju desanya, makmur rakyatnya.”






