PSN NEPIE Parimo Tuai Sorotan DPRD, Hak Lahan Warga dan Kuota Tenaga Kerja Lokal Dipersoalkan

  • Hukum
  • Februari 4, 2026
  • 0 Comments


TEMPOnamo.com, PARIGI MOUTONG – Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto, menyatakan dukungan penuh terhadap penetapan Proyek Strategis Nasional (PSN) Neo Energi Parimo Industrial Estate (NEPIE) di Desa Siniu, Kecamatan Siniu. Namun, dukungan politik tersebut disertai penegasan agar proyek negara ini tidak mengabaikan hak-hak dasar masyarakat, khususnya penyelesaian ganti rugi lahan dan jaminan penyerapan tenaga kerja lokal minimal 60 persen.
Sayutin menilai, PSN NEPIE berpotensi menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah jika dikelola dengan prinsip keadilan sosial dan keberpihakan pada masyarakat lingkar kawasan industri. Ia menegaskan bahwa seluruh persoalan lahan warga yang masuk kawasan PSN harus dituntaskan sebelum kawasan industri beroperasi penuh.
“DPRD Parigi Moutong mendukung investasi dan PSN NEPIE. Tapi negara tidak boleh absen menyelesaikan persoalan di bawah. Seluruh hak lahan masyarakat Desa Siniu wajib dituntaskan. Siapa pun perusahaan yang membuka lahan, tanggung jawabnya sama,” kata Sayutin, Rabu (4/2/2026).
Ia menyoroti potensi konflik lahan akibat belum tuntasnya ganti rugi kepada warga, yang dikhawatirkan memicu ketegangan berkepanjangan di tengah masyarakat. Menurutnya, sebelumnya PT Anugrah Tekhnik Industri (ATHI) telah melakukan kesepakatan ganti rugi dengan warga, namun realisasinya belum berjalan. Kini muncul pula nama PT Anugrah Tambang Smelter (ATS) yang disebut mengambil alih aktivitas di kawasan tersebut.
“Yang kami tahu menggarap lahan di sana hanya PT ATHI. Kalau ada pergantian atau pengambilalihan, itu urusan perusahaan. Yang kami tuntut hanya satu: hak masyarakat harus diselesaikan,” tegasnya.
Selain konflik lahan, DPRD Parigi Moutong juga mendorong adanya komitmen tertulis dari perusahaan pengelola kawasan industri NEPIE untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal. Sayutin meminta agar minimal 60 persen pekerja berasal dari masyarakat Parigi Moutong, khususnya warga di sekitar kawasan industri.
Menurutnya, kehadiran PSN NEPIE tidak boleh hanya menjadi proyek elitis yang menguntungkan segelintir pihak, tetapi harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Untuk itu, ia mendorong pemerintah daerah menyiapkan pendidikan menengah berbasis vokasi serta penguatan Balai Latihan Kerja (BLK) guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.
“PSN seharusnya menghadirkan lapangan kerja nyata bagi anak-anak daerah. Itu hanya bisa terjadi jika ada jaminan tegas dari pemerintah dan komitmen perusahaan,” ujarnya.
Sebagai langkah politik kelembagaan, DPRD Parigi Moutong berencana melakukan audiensi dengan Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, untuk selanjutnya menjadwalkan pertemuan bersama Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. Pertemuan tersebut akan membahas secara khusus perkembangan PSN NEPIE, penyelesaian konflik lahan, serta skema perlindungan hak masyarakat.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan komitmennya menjadikan PSN NEPIE sebagai kawasan industri hijau berbasis energi bersih dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Banggaiba di Kabupaten Sigi. Gubernur Anwar Hafid menyatakan, seluruh kebutuhan energi kawasan industri NEPIE akan mengandalkan sumber listrik ramah lingkungan.
PSN NEPIE sendiri telah ditetapkan Pemerintah Pusat sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional bersama Neo Energi Morowali Industrial Estate (NEMIE). Kawasan industri ini dirancang sebagai pusat hilirisasi mineral berbasis energi terbarukan yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Tengah.
Namun, DPRD Parigi Moutong mengingatkan agar pembangunan kawasan industri tidak mengorbankan hak-hak warga. Menurut Sayutin, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan investasi tidak boleh dibayar dengan konflik sosial serta hilangnya hak masyarakat atas tanah mereka.
“PSN harus membawa kesejahteraan, bukan luka sosial. Kalau negara hadir dengan adil, investor pun akan mendapat kepastian. Keadilan bagi rakyat adalah fondasi utama pembangunan,” tandasnya

Related Posts

  • Juli 24, 2026
  • 4 views
DPO Pengedar Sabu Ditangkap Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Sulteng di Tolitoli

Tolitoli– Tim Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Sulawesi Tengah berhasil mengamankan seorang Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus peredaran gelap narkotika jenis sabu di Kabupaten Tolitoli, Jumat (24/7) 2026. Terduga DPO…

  • April 28, 2026
  • 19 views
Bayang-Bayang Global, Ancaman Nyata di Lokal: Polda Sulteng Siaga Hadapi Gejolak, Peredaran Narkoba Jadi Sorotan Serius

PALU, TEMPOnamo.com,— Di tengah meningkatnya tensi geopolitik global yang berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi dan sosial, aparat penegak hukum di Sulawesi Tengah tak hanya bersiap menghadapi gejolak eksternal. Ancaman laten dari…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

DPO Pengedar Sabu Ditangkap Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Sulteng di Tolitoli

  • By admin
  • Juli 24, 2026
  • 4 views
DPO Pengedar Sabu Ditangkap Kasubdit II Ditresnarkoba Polda Sulteng di Tolitoli

Kotak Kosong Tumbang di Ogowele Buga, Tiga Petahana Tersungkur pada Pilkades Serentak Kecamatan Dondo

  • By admin
  • Juli 23, 2026
  • 5 views
Kotak Kosong Tumbang di Ogowele Buga, Tiga Petahana Tersungkur pada Pilkades Serentak Kecamatan Dondo

6 Bulan Insentif 57 Tenaga Kesehatan dan Administrasi RSUD Malala Tolitoli Belum Dibayarkan

  • By admin
  • Juli 23, 2026
  • 8 views
6 Bulan Insentif 57 Tenaga Kesehatan dan Administrasi RSUD Malala Tolitoli Belum Dibayarkan

Kapolsek Baolan Bersama Personel Koramil Amankan Pilkades Serentak di Tiga Desa

  • By admin
  • Juli 22, 2026
  • 5 views
Kapolsek Baolan Bersama Personel Koramil Amankan Pilkades Serentak di Tiga Desa

Kapolsek dan Danramil Pimpin Pengamanan Pilkades Ogowele Buga, Penghitungan Suara Masih Ditunggu

  • By admin
  • Juli 22, 2026
  • 16 views
Kapolsek dan Danramil Pimpin Pengamanan Pilkades Ogowele Buga, Penghitungan Suara Masih Ditunggu

44 Desa Siap Memilih, Logistik Pilkades Tolitoli Dikawal Ketat; Dua Desa Hadapi Duel Lawan Kotak Kosong

  • By admin
  • Juli 19, 2026
  • 10 views
44 Desa Siap Memilih, Logistik Pilkades Tolitoli Dikawal Ketat; Dua Desa Hadapi Duel Lawan Kotak Kosong