Palu – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Kapolda Sulteng) Irjen Pol Dr. Endi Sutendi menghadiri peringatan Haul ke-58 Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua yang digelar di Kompleks Alkhairaat Pusat, Jalan Sis Aljufri, Palu Barat, Kota Palu, Rabu (1/4/2026).
Kehadiran Kapolda Sulteng menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa besar Guru Tua sebagai pendiri Alkhairaat yang telah berkontribusi luas dalam pengembangan pendidikan dan dakwah Islam, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sulteng, antara lain Karo Ops Kombes Pol Giuseppe Reinhard Gultom, Dirsamapta Kombes Pol Mikael P. Sitanggang, Dansat Brimob Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre, serta Dirlantas Kombes Pol Agung Tri Widiantoro.
Peringatan haul berlangsung khidmat dengan dihadiri puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah. Diperkirakan sekitar 75 ribu jemaah memadati kompleks Alkhairaat untuk mengikuti rangkaian doa bersama dan zikir dalam mengenang jasa serta perjuangan Guru Tua.
Selain Kapolda Sulteng, acara ini juga dihadiri Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Pangdam XXIII/Palu Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, serta sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat.
Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono mengatakan, kehadiran Kapolda bersama jajaran merupakan wujud sinergi Polri dengan ulama, tokoh agama, dan masyarakat.
“Peringatan Haul Guru Tua ini menjadi momentum penting untuk mengenang jasa dan perjuangan beliau dalam membangun pendidikan dan dakwah Islam. Kehadiran Kapolda juga sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang sarat nilai spiritual dan kebersamaan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian bersama unsur terkait turut melakukan pengamanan guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar, mengingat besarnya jumlah jemaah yang hadir.
Djoko berharap, Haul Guru Tua dapat terus menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat di Sulawesi Tengah.
“Nilai-nilai keteladanan Guru Tua diharapkan terus diwariskan kepada generasi penerus, sekaligus memperkuat persatuan, kedamaian, dan kerukunan di tengah masyarakat,” pungkasnya.







